Jakarta, 22 Mei 2025 — Kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari jurnalis ternama Najwa Shihab, meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia hukum dan media di Indonesia. Di tengah suasana berduka, banyak sahabat dan kolega mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang penuh integritas, tenang, dan memiliki visi besar untuk perubahan. Berikut beberapa kesan almarhum dimata orang orang terdekat :
Dikenang Sebagai Pribadi Teduh dan Bijaksana
Najwa Shihab, dalam pernyataan singkat yang disampaikan melalui media sosial, mengenang suaminya sebagai “rumah dalam bentuk manusia.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mas Ibam adalah sandaran hidup saya yang paling kokoh. Ia tidak banyak bicara, tapi setiap kata-katanya penuh makna. Ia membuat saya berani menantang dunia karena tahu ada tempat saya pulang.”
— Najwa Shihab
Sosok yang Menginspirasi Dunia Hukum
Ibrahim adalah pendiri Hukumonline, salah satu platform literasi hukum terbesar di Indonesia, dan juga merupakan Managing Partner di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners. Dalam dunia profesional, ia dikenal sebagai pengacara yang rendah hati namun sangat dihormati karena keahlian dan komitmennya terhadap keadilan.
“Mas Ibam bukan hanya pemikir hukum yang jenius, tapi juga seorang mentor yang peduli. Banyak sekali pengacara muda yang berkembang karena bimbingannya,” ujar Yuliandri, salah satu rekan senior di firma hukumnya.
Sahabat dan Rekan Mengenangnya dengan Cinta
Rekan-rekannya di Narasi dan kalangan jurnalis juga memberikan testimoni penuh haru. Meski berada di belakang layar, Ibrahim sangat berperan dalam mendukung tumbuhnya Narasi sebagai media independen.
“Ia selalu hadir sebagai penguat, terutama saat Najwa berada dalam tekanan. Ia bukan tipe yang menuntut sorotan, tapi pengaruhnya terasa nyata,” kata Eko Prasetyo, kolega lama di Narasi.
Seorang Ayah dan Suami yang Hangat
Bagi keluarga, almarhum adalah ayah yang penuh cinta dan suami yang setia. Meski kehidupan mereka tak luput dari duka – seperti kehilangan putri pertama mereka yang wafat sesaat setelah lahir – Ibrahim selalu menjadi penenang di tengah badai.
“Ia bisa memeluk kesedihan dan tetap membuat kami merasa utuh,” ujar salah satu anggota keluarga.














