GONTB – Pada kesempatan yang istimewa ini, izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas seluruh perhatian, doa, dan hadiah yang sangat berarti — sebuah Sepeda Ontel yang penuh filosofi dan kenangan juga terdapat Harapan dalam perjalanan hidup saya.
Semeton-semetonku dimanapun berada, Sepeda ontel bukan sekadar benda bagi saya. Ia adalah sahabat lama yang menemani perjalanan dakwah dan pengabdian sejak 2015.
Diawal perjuangan pengabdian dimasyarakat dalam dunia dakwah saya mengayuh ontel ini melewati rekan, kokoh, jalan berbatu, turunan, tanjakan, dari kampung ke kampung, dari masjid ke masjid. Pelan, sederhana, tapi penuh ketulusan insya Allah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sinilah saya belajar bahwa perjuangan besar sering dimulai dari kayuhan kecil yang dilakukan terus menerus.
Dan dari perjalanan itu saya belajar jiwa kesederhanaan. Ontel tidak pernah menawarkan kemewahan. Ia hanya mengajak kita menikmati perjalanan apa adanya. Setiap kayuhan mengajarkan bahwa langkah sederhana yang diulang tanpa henti lebih kuat daripada sekadar keinginan besar tanpa tindakan.
Dari ontel pula saya belajar kerendahan hati. Ia tidak cepat, tidak berisik, dan tidak memamerkan apa-apa. Namun justru itulah yang membentuk karakter: bahwa pengabdian tidak perlu sorotan, cukup dilakukan dengan tulus, konsisten, dan istiqamah.
Dan yang tak kalah penting, saya menemukan kharisma dalam kesederhanaan ontel. Klasiknya mengajarkan bahwa sesuatu yang terlihat biasa bisa membawa nilai luar biasa — jika dijalani dengan hati. Roda-roda ontel yang terus berputar mengingatkan bahwa perjuangan itu tak selalu harus besar; cukup terus bergerak, meski pelan, tetapi tidak berhenti.
Dari filosofi inilah saya menatap harapan besar bagi kampung kita, bagi Ponpes Al-Bukhari Lombok, dan bagi masyarakat Kampung sekitar khususnya wilayah Semayan, Praya Lombok Tengah.
Harapan saya, sebagaimana roda ontel yang terus berputar menapaki jalan, demikian pula Al-Qur’an bisa benar-benar membumi dan berkembang di tanah ini.
Semoga ponpes kita (Al-Bukhari Lombok: red) tumbuh menjadi pusat cahaya Qur’ani, mencetak generasi yang kuat iman, luas manfaat, dan berakhlak mulia.
Semoga masyarakat sekitar ikut terangkat derajatnya oleh ilmu, oleh akhlak, dan oleh keberkahan Al-Qur’an.
Dan tidak berhenti di situ, saya berharap kegemaran bersepeda yang mulai tumbuh di masyarakat kita dapat berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi, kesehatan, dan persatuan.
Dari Semayan untuk Lombok, dari Lombok untuk Nusa Tenggara Barat (NTB), dari NTB untuk seluruh Indonesia. Bahkan, kalau Allah mengizinkan, semoga gerakan Qur’ani ini dan budaya bersepeda yang santun, sehat, dan penuh nilai ini bisa menjadi inspirasi hingga go Internasional Biiznillah — menunjukkan bahwa dari kampung kecil, bisa lahir gerakan besar dan Hasil yang Jabbar.
Akhir kata, dengan penuh ketulusan saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga, dewan guru, jamaah, para santri/santriwati dan juga Alumni atas hadiah sepeda Ontel ini serta semua kebaikan yang telah diberikan.
Semoga Allah membalas semua ketulusan dengan pahala yang tanpa batas. Amin…
Catatan penaku pagi ini Jum’at, 12 Desember 2025 TGH. Hariyanto Abu Abdul Aziz.Ph.D
Penulis : TGH. Hariyanto Abu Abdul Aziz.Ph.D
Editor : M. Sukri Aruman
Sumber Berita: TGH. Hariyanto Abu Abdul Aziz.Ph.D













