Cerita asal usul Arya Banjar Getas (Bagian 1)

Dedi Suhadi

- Reporter

Jumat, 28 Maret 2025 - 04:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Goedang Hookie, bukti sejarah kejayaan Kota Ampenan di masa perdagangan Hindia-Belanda abad ke-19. Foto (Dedi Suhadi/GONTB)

Goedang Hookie, bukti sejarah kejayaan Kota Ampenan di masa perdagangan Hindia-Belanda abad ke-19. Foto (Dedi Suhadi/GONTB)

Soal Arya Sudarsana berasal dari Majapahit, Lalu Azhar mempertanyakan keterpautan tahunnya. Majapahit runtuh pada 1400 caka atau 1478 sedang Arya Sudarsana berkiprah di Lombok sekitar 1675.

Kemelut Selaparang

Kerajaan Selaparang tumbuh dalam dua periode, yakni periode Hindu dan periode Islam. Pada masa Selaparang Islam ini, nama Arya Sudarsana atau Arya Banjar Getas mulai muncul.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

H Lalu Lukman dalam Pulau Lombok dalam sejarah menulis menjelang akhir abad XVII ada dua kerajaan besar di Lombok yakni Kerajaan Selaparang di Lombok Timur dan Kerajaan Pejanggik di Lombok Tengah.

Baca Juga:  Polisi Amankan Pria dan Wanita Saat di Kamar Kos, Sabu 3,58 gram ditemukan

Saat itu, Arya Banjar Getas bersama rombongannya dari Jawa Timur sampai di kerajaan Sokong. Sepeninggal istrinya, Datu Sokong ingin membuat patung permaisurinya sebagai kenangan. Keinginan Datu Sokong disanggupi Arya Banjar Getas.

Saat waktu penyerahan, karena ada keperluan patung ditinggal di atas meja. Seekor lalat hinggap di atas kemaluan patung dan meninggalkan bekas titik hitam.

Ketika menerima patung permaisurinya, Datu Sokong sangat senang. Setelah diperhatikan lebih teliti, terjadi perubahan sikap Datu Sokong. Sebabnya, titik hitam bekas lalat di atas kemaluan patung.

Baca Juga:  Gempa Myanmar, Tim INASAR Masih Berkutat di Jade Hotel Naypyitaw

Datu Sokong mengira, istrinya serong. Atas hal itu, Datu Sokong mengambil keputusan untuk membunuh Arya banjar Getas. Keputusan itu bocor dan Arya Banjar Getas melarikan diri.

Dalam pelarian, Arya Banjar Getas sakit di daerah Wanasaba. Iapun bernadzar, jika sembuh akan menghadap raja. Setelah sembuh dan mendapat persetujuan, Arya Banjar Getas segera pergi menghadap. Sesampainya di Selaparang, rakyat ramai menanti kedatangan Arya Banjar Getas termasuk para penghuni istana. Tanpa disadari, seorang putri yang penasaran jatuh dari tangga sehingga terjadi kegaduhan di istana.

Baca Juga:  Berguru Kepada Hamka: Hilang Dendam, Tersisa Cinta

Raja pun marah dan berniat menghukum Arya Banjar Getas. Arya Banjar Getas berhasil meloloskan diri dan akhirnya mengabdi kepada Pemban Mas Merasa Kusuma, Raja Pejanggik.

Lalu Muhammad Azhar berbeda pendapat. Menurutnya, Arya Sudarsana memulai karirnya sebagai prajurit Selaparang dan berperang melawan VOC pada 1675. Karir keprajuritannya melejit setelah terjadi peperangan dengan kerajaan Gelgel pada 1677 dan 1678. Sebelumnya, pada 1616, 1624 dan 1630 kerajaan Gelgel melakukan penyerangan ke Selarapang namun selalu gagal.

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berikut Profil Lengkap Bupati Pati Sudewo yang terjaring OTT KPK
Tarung Selak Bunga
Catatan: Aku dan Sepeda Ontel
Berguru Kepada Hamka: Hilang Dendam, Tersisa Cinta
Mengenal Lebih Dekat Arsyad Thalib Lubis, Ulama, Politikus, Kristolog, Jago Debat, Aktif Menulis dan Pendiri Al-Washliyah
Profil Ignasius Jonan, Mantan Menteri ESDM yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana
Mengenang H. Bahrum Djamil, SH, Tokoh dan Politisi dari Kalangan Al Washliyah
Siapa Zamroni Aziz? Kepala Kanwil Kemenag NTB, Viral Lempar Gagang Mikrofon Saat Lantik Pejabat!
Berita ini 172 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 22:20 WITA

Berikut Profil Lengkap Bupati Pati Sudewo yang terjaring OTT KPK

Sabtu, 3 Januari 2026 - 19:42 WITA

Tarung Selak Bunga

Jumat, 12 Desember 2025 - 08:47 WITA

Catatan: Aku dan Sepeda Ontel

Senin, 8 Desember 2025 - 22:46 WITA

Berguru Kepada Hamka: Hilang Dendam, Tersisa Cinta

Selasa, 4 November 2025 - 19:43 WITA

Mengenal Lebih Dekat Arsyad Thalib Lubis, Ulama, Politikus, Kristolog, Jago Debat, Aktif Menulis dan Pendiri Al-Washliyah

Berita Terbaru