Cerita asal usul Arya Banjar Getas (Bagian 1)

Dedi Suhadi

- Reporter

Jumat, 28 Maret 2025 - 04:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Goedang Hookie, bukti sejarah kejayaan Kota Ampenan di masa perdagangan Hindia-Belanda abad ke-19. Foto (Dedi Suhadi/GONTB)

Goedang Hookie, bukti sejarah kejayaan Kota Ampenan di masa perdagangan Hindia-Belanda abad ke-19. Foto (Dedi Suhadi/GONTB)

“Arya Sudarsana lebih populer sebagai Arya Banjar Getas, tokoh satu ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah Lombok. Kehadirannya di abad XVI atau masa perkembangan islam memberi warna bagi kehidupan masyarakat Lombok. Sayangnya, tidak banyak peninggala”.

Dalam babad Arya Gajah Para disebutkan Arya Getas adalah keturunan kelima dari Sri kameswara, ayah Sri Tunggul Ametung. Bila dirunut, Sri Kameswara berputra Sri Kerta Dharma, Sri Tunggul Ametung, Dewi Ghori Puspa dan Sri Airlangga. Sri Airlangga berputra Sri Jayabaya dan Sri jayabasha. Sri Jayabaya berputra Sri Dandang Gendis, Sri Jayakatong dan Sri Jayakatha. Sri Jayakatha berputra Arya Wayahan Dalem Menyeneng, Arya Katnagaran dan Arya Nudhata. Keturunan inilah yang menurunkan Arya Para dan Arya Getas.

Baca Juga:  Spandek Dibuka, HP Hilang

Disebutkan, setelah Arya Para pulang dari Jawa, ia menetap di Bali hingga memiliki tiga orang keturunan. Kemudian Raja Gelgel, memerintahkan Arya Getas menyerang Selaparang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

AA Ketut Agung dalam tulisannya yang didasarkan pada cerita lisan menyebutkan, “…treh dari Arya Gajah Para di Bali. Keberadaanya di Lombok ialah menjadi telik tanem (mata-mata) raja Bali (Dalem) Gelgel untuk mengetahui keadaan dan perkembangan di Lombok”.

Cerita lain menyebutkan, sekitar abad 14, pada masa pemerintahan raja Hayam Wuruk di Majapahit diadakan pertemuan raja-raja se nusantara. Saat itu, raja Hayam Wuruk memberikan hadiah 40 orang pekadan (orang biasa) yang beragama islam kepada raja Gelgel. Oleh raja, ke 40 pekadan ini ditempatkan di Gelgel. Apakah Arya Getas salah satu dari 40 pekadan tersebut?

Baca Juga:  Residivis Diamankan Warga di Pasar Bertais

Mengenai asal Arya Banjar Getas, Drs H Lalu Muhammad Azhar SH Msi dalam Arya Banjar Getas menyatakan, Arya Sudarsana berasal dari Wanasaba Perigi – Selaparang. Hal ini sesuai pengakuan Arya Sudarsana ketika menghadap raja Pejanggik sebagaimana termaktub dalam Babad Selaparang pupuh 115. “Haduh Gusti, kula hiki wong kasiyani, kasore perang tanpa dosa, kula hiki saking desa perigi, haran Sudarsana.”

“Duhai Gusti (Raja), hamba ini sedang sengsara, kalah diperangi tanpa bersalah, hamba berasal dari Perigi bernama Sudarsana.”

Mengenai Arya Getas yang menjadi telik sandi kerajaan Gelgel, Azhar kembali tidak sependapat. Hal ini dikaitkan dengan terjadinya perang antara kerajaan Selaparang dan kerajan Gelgel pada 1677-1678. Dimana, pasukan Selarapang dalam mempertahankan wilayahnya dipimpin oleh R Abdi Wirasanta, R Kawisanir Kusing, Arya Busing, Rangga Mumbul termasuk Arya Sudarsana.

Baca Juga:  Siapa Zamroni Aziz? Kepala Kanwil Kemenag NTB, Viral Lempar Gagang Mikrofon Saat Lantik Pejabat!

Follow WhatsApp Channel gontb.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tarung Selak Bunga
Catatan: Aku dan Sepeda Ontel
Berguru Kepada Hamka: Hilang Dendam, Tersisa Cinta
Mengenal Lebih Dekat Arsyad Thalib Lubis, Ulama, Politikus, Kristolog, Jago Debat, Aktif Menulis dan Pendiri Al-Washliyah
Profil Ignasius Jonan, Mantan Menteri ESDM yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana
Mengenang H. Bahrum Djamil, SH, Tokoh dan Politisi dari Kalangan Al Washliyah
Siapa Zamroni Aziz? Kepala Kanwil Kemenag NTB, Viral Lempar Gagang Mikrofon Saat Lantik Pejabat!
Mengenang: Para Ulama Al-Washliyah memiliki Kontribusi Besar Perjuangan Kemerdekaan RI
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 19:42 WITA

Tarung Selak Bunga

Jumat, 12 Desember 2025 - 08:47 WITA

Catatan: Aku dan Sepeda Ontel

Senin, 8 Desember 2025 - 22:46 WITA

Berguru Kepada Hamka: Hilang Dendam, Tersisa Cinta

Selasa, 4 November 2025 - 19:43 WITA

Mengenal Lebih Dekat Arsyad Thalib Lubis, Ulama, Politikus, Kristolog, Jago Debat, Aktif Menulis dan Pendiri Al-Washliyah

Selasa, 4 November 2025 - 13:39 WITA

Profil Ignasius Jonan, Mantan Menteri ESDM yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana

Berita Terbaru