Cerita asal usul Arya Banjar Getas (Bagian 1)

Jumat, 28 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Goedang Hookie, bukti sejarah kejayaan Kota Ampenan di masa perdagangan Hindia-Belanda abad ke-19. Foto (Dedi Suhadi/GONTB)

Goedang Hookie, bukti sejarah kejayaan Kota Ampenan di masa perdagangan Hindia-Belanda abad ke-19. Foto (Dedi Suhadi/GONTB)

Terjemahnya… Prabu Lombok (maksudnya: Kertabumi sebagai raja Lombok/Selaparang) kesal kepada prajuritnya di sebuah desa kecil, Banjar Getas namanya, yang dibela warganya, (peristiwa bermula) karena putri raja tergila-gila pada patih Banjar Getas hingga raja pun marah. Desa tersebut lalu digempur, (walau demikian) bertahun-tahun tak terkalahkan, (sehingga) Prabu Lombok mengundang prajurit Banjar (yang dipimpin) dua orang prajurit tersohor yakni Patih Pilo dan Patih Sutrabaya membantu orang-orang Selapawis (Selaparang) .”

Mencermati catatan dalam babad, Lalu Azhar cenderung menilai kemelut yang melibatkan Arya sudarsana dengan jatuhnya putri istana dari tangga (simbolisasi wanita) adalah kemelut tahta (kekuasaan).

Baca Juga:  Untuk Bertahan Hidup, Perempuan Asal Sumbawa Lakukan Ini

Setelah mendapat bantuan dari kerajaan Banjar, Selarapang berhasil menghancurkan pertahanan rakyat Perigi dan Arya Sudarsana melarikan diri.

Dalam pelarian, Arya Sudarsana bertemu dengan wayah Petawis (Pun Petawis) seorang penjaga hutan. Sebagaimana diceritakan Babad Selarapang pupuh 83, “Dengan tutur kata lemah lembut menerima (kehadiran Arya Banjar) duhai pemuda, syukur sekali Bapak disinggahi, nanda suka datang kemari, walau bapak ini orang tua miskin serta kurang dalam segala ,dalam berbahasa maupun bertingkah laku, (karena) hidup miskin bersama anak saya, bekerja sebagai penjaga hutan, setiap hari meronda hutan ini agar tanaman ini terpelihara baik.”

Dari sana, Arya Sudarsana meneruskan pelariannya hingga ke Pengsing (Pena). Atas saran Demung Pena, Arya Banjar mengabdikan dirinya ke Pemban Meraja Kusuma, Raja Pejanggik.

Baca Juga:  Residivis Diamankan Warga di Pasar Bertais

Sebagaimana termaktub dalam pupuh 111 babad Selaparang. “Lingnya ki dukuh wewarah, dukring benjang haneng pejanggiq, sira serah sepati huripmu, maring sang Mraja Kesuma, hing Pejanggiq ratu linuih”. “Kata ki dukuh mengarahkannya, kelak pergilah ke pejanggiq, disana anda serahkan hidup matimu (baktimu) kepada sang Raja Mraja Kesuma, raja yang berkuasa di sana.”

Usai mendapat pencerahan, Arya Sudarsana akhirnya menghadap raja pejanggik, sebagaimana tertulis dalam Pupuh 115 Babad Selaparang. “Haduh Gusti, kula hiki wong kasiyani, kasore perang tanpa dosa, kula hiki saking Desa Perigi, haran Sudarsana”. “Duhai Gusti (raja), hamba ini sedang sengsara, kalah diperangi tanpa bersalah, hamba berasal dari Perigi bernama Sudarsana.” (Bersambung)

Berita Terkait

Berguru Kepada Hamka: Hilang Dendam, Tersisa Cinta
Mengenal Bung Heru, Pendiri Seniman Hukum Law Firm
Berikut Profil Lengkap Bupati Pati Sudewo yang terjaring OTT KPK
Tarung Selak Bunga
Catatan: Aku dan Sepeda Ontel
Mengenal Lebih Dekat Arsyad Thalib Lubis, Ulama, Politikus, Kristolog, Jago Debat, Aktif Menulis dan Pendiri Al-Washliyah
Profil Ignasius Jonan, Mantan Menteri ESDM yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana
Mengenang H. Bahrum Djamil, SH, Tokoh dan Politisi dari Kalangan Al Washliyah

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:46

Berguru Kepada Hamka: Hilang Dendam, Tersisa Cinta

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:17

Mengenal Bung Heru, Pendiri Seniman Hukum Law Firm

Senin, 19 Januari 2026 - 22:20

Berikut Profil Lengkap Bupati Pati Sudewo yang terjaring OTT KPK

Sabtu, 3 Januari 2026 - 19:42

Tarung Selak Bunga

Jumat, 12 Desember 2025 - 08:47

Catatan: Aku dan Sepeda Ontel

Berita Terbaru

Go Religi

7 Keutamaan Hari Jumat Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Jumat, 4 Sep 2026 - 12:34

Go Kesehatan

Inilah 5 Cara Mudah dan Ampuh Mengatasi Kulit Kusam

Jumat, 4 Sep 2026 - 09:13