Dewasain, Doa Dibalik Usaha Petani di Desa Gondang

Kamis, 1 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok Utara, GONTB – Prosesi tanam padi pertama (Dewasain) yang dilakukan oleh para petani di Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara digelar pada Kamis, 1 Januari 2026. Dewasain ini memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Desa Gondang terkhusus masyarakat petani. Menurut Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Subak Pelopor Gondang, Ahmad Rusmaidi prosesi Dewasain menjadi awal mula dilaksanakannya penanaman padi oleh petani di seluruh wilayah Desa Gondang. “Tidak boleh petani menanam padi sebelum dilaksanakan prosesi Dewasain,” katanya.
Baca Juga:  Ditengah Banjir Longsor, Unggahan Sang Bupati Aceh Selatan yang Pergi Umroh
Menurut Rusmaidi, sebelum acara prosesi tanam padi (Dewasain), Ketua Subak memasuki Montong Dewa (area khusus) untuk berdoa kepada sang pencipta alam dan melakukan ‘komunikasi’ dengan para leluhur, berharap padi yang ditanam memberikan hasil melimpah. Setelah itu, para petani yang dipimpin oleh tokoh agama memanjatkan zikir dan doa. Usai berdoa, dilanjutkan dengan penanaman padi pertama oleh Ketua Subak atau para orang tua yang diikuti oleh para petani dilahan Pecatu adat seluas 4 hektar.
Baca Juga:  Tampil Autentik dan Natural di Debat Pamungkas, Rohmi-Firin Kunci Loyalitas Pemilih dan Rebut Undecided Voters untuk Kemenangan
Setelah itu, kata Rusmaidi barulah para petani lain di Desa Gondang bisa melakukan tanam padi. “Para petani baru diperkenankan menanam padi setelah prosesi Dewasain atau setelah tanggal 1 Januari,” katanya. Dalam setahun, kata Rusmaidi petani di Desa Gondang menerapkan pola tanam padi – palawija – padi. Dengan pola tanam padi – palawija- padi, jelas Rusmaidi selain bisa meminimalisir terjadinya serangan hama juga mencegah terjadinya kejenuhan pada tanah. Dengan keteraturan pola tanam tersebut, jelasnya hasil padi maupun palawija sesuai harapan petani.
Baca Juga:  Festival Gili Gede Begawe Kembali Digelar, Sajikan Atraksi Budaya dan Olahraga Tradisional
“Alhamdulillah, hasil panen selalu sesuai harapan,” katanya. Hasil panen yang sesuai harapan tersebut, menurut Rusmaidi tentu tak lepas dari usaha yang dilakukan petani dengan menerapkan praktek pertanian sesuai petunjuk baik dari para penyuluh pertanian maupun kebiasaan para leluhur. “Yang tak kalah, Perkumpulan Petani Pemakai Airlah pentingnya, dibalik usaha yang dilakukan petani, doa terus dipanjatkan kepada sang pencipta. Mulai dari sebelum penanaman padi hingga panen,” katanya. ***  

Penulis : Dedi Suhadi

Editor : Lalu Sahid Wiadi

Sumber Berita: Liputan GONTB

Berita Terkait

Permainan Rakyat Peresean Jadi Serial Sandiwara Radio, Libatkan Pemain Sandiwara dan Penyiar Radio Kondang di Lombok
Festival Gili Gede Begawe Kembali Digelar, Sajikan Atraksi Budaya dan Olahraga Tradisional
Sambut HUT NTB, Kain Pernikahan Sultan Bima Dipamerkan
Perang Topat Jadi Ajang Penguatan Toleransi dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
Desa Kuripan Gelar Pertandingan Peresean Meriahkan HUT RI ke-80
KSBN: Kuliner Bagian Pemersatu Bangsa
Pemerhati Budaya Sasak Soroti Kontroversi Dancer Kecimol Terkesan Erotis
Senggigi Reborn, Masyarakat dan ASN Bersihkan Senggigi

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 07:24

Permainan Rakyat Peresean Jadi Serial Sandiwara Radio, Libatkan Pemain Sandiwara dan Penyiar Radio Kondang di Lombok

Kamis, 1 Januari 2026 - 22:05

Dewasain, Doa Dibalik Usaha Petani di Desa Gondang

Minggu, 21 Desember 2025 - 14:54

Festival Gili Gede Begawe Kembali Digelar, Sajikan Atraksi Budaya dan Olahraga Tradisional

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:07

Sambut HUT NTB, Kain Pernikahan Sultan Bima Dipamerkan

Jumat, 5 Desember 2025 - 16:26

Perang Topat Jadi Ajang Penguatan Toleransi dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

Berita Terbaru